di sini tempatnya berbagi kisah

Nabi antah berantah

Alkisah....
saat itu ba'da maghrib... tlp selular ku ber-irama syahdu pertanda sebuah pesan masuk. Segera ku raih, ternyata dari seorang sahabat;

"Jika engkau mengikuti tarian perempuan bercadar, maka ikutilah tariannya, jgn kau buka cadarnya." Sebuah kutipan dari Rumi katanya.

aku tersenyum sesaat, lalu segera membalas pesan tsb;

"Lalu bagaimana jika ku buka cadarnya?"


sahabatku jg tak kalah cepat membalas pesan itu;

"Musa sdh melakukannya, 3x. Dan akhrnya Khidir menganggap Ia tdk mampu menghadapi ujian...".

"Bukankah pd akhirnya Musa dpt membuktikan bahwa Ia mampu melewati ujian yg sesungguhnya?" Jawab ku semakin tertantang.


dan ternyata tantanganku itu disambut hangat oleh sahabatku;

"Tidak... ketika bersama Khidir Ia blm bs membuktikannya. Lebih dr itu, Musa berhasil... Dan jgn lupa, Musa lah yg memberi saran kpd Rasulullah shalat 5 wktu saat Mi'raj...". Setelah itu kalimatnya malah bercanda; "Udah Isya, Musa shalat dulu sana, jgn sms-an aja.. kata Khidir.. hehe...


aku tersenyum dahulu sebelum akhirnya kubalas sahabatku itu;

"Ketika tengah mengingatkan utk shlat 5 waktu, ternyata Khidir salah menerka. Sebenarnya org yg sedang berada di hadapannya itu bukanlah Musa, melainkan Yusuf!....."

aku semakin tersenyum lagi sebelum akhirnya kuteruskan kalimatku;

".....Lalu sang Fir'aun berteriak lantang, wahai kau Yusuf dan Musa, janganlah kalian bersekutu untuk menggulingkan kerajaanku! karena jika seorang tampan dan seorang perkasa bersatu menghadapiku, maka tamatlah ketamakanku saat ini juga! Aku msh ingin berkuasa hingga suatu saat nanti budak2 ku berhasil mendirikan sebuah negara merdeka di tengah2 negeri Masjidil Aqsha'. Saat itu Khidir hanya bs tersenyum".

Aku tahu sahabatku disana sedang tersenyum membacanya... ia kehabisan kata2, ia cm bs menjawab;

"Yusuf yg dimaksud oleh Fir'aun adalah Yusuf Kelik"


senyumku semakin lebar;

"Udah ah, shalat! jgn gila mulu! hehe..."

sahabatku tertawa disana, ia ungkapkan lewat pesannya;

"hehe..."

kita sama2 tersenyum, walaupun jauh aku merasakan senyumannya. karena kita adalah sahabat.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Unknown

Dua Potongan Kecil - bagian kedua


Dua Potongan Kecil






Kepingan Kedua



Via Sant’ Eligio, Roma, Italia. 25 februari 2009, 18.30

Beberapa minggu setelah menyelesaikan misinya di Istambul, Roque menghilang begitu saja. Tak ada kabar dan tak satupun tahu keberadaannya termasuk Andrea. Setelah itu ia kembali ke Italia untuk menjalani kehidupannya seperti sedia kala.
Roque memasuki apartement dan menaiki lift menuju kamarnya di lantai 21. Penampilannya tak berubah, masih mengenakan jeans, t-shirt dan topi hitam. Sweater telah ia tinggalkan karena sekarang udara di kota Roma sudah tidak terasa dingin lagi.
Ketika Roque memasuki lift, di dalamnya sudah ada seorang pria paruh baya seorang diri dengan menenteng koran tergulung di tangannya. Pria yang baru kali ini di jumpainya tersebut memberikan senyuman pada Roque, dan ia balas tersenyum.
Orang ini tampak ramah dan berpenampilan santai. Mungkin ia adalah kerabat dari salah satu penghuni apartement ini, begitu pikir Roque. Roque tak ingin ambil pusing dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari berhubungan dengan orang-orang yang tidak perlu demi menjaga rahasia identitasnya.
Orang tersebut keluar dari lift, dan kini lift bergerak naik menuju lantai 21. Ketika telah sampai di depan kamar, Roque mendapati sesuatu yang mencurigakan. Seseorang telah memasuki kamarnya. Itu terlihat dari pintu kamar yang masih sedikit terbuka. Roque membuka pintu itu perlahan lalu masuk ke dalam dengan hati-hati.
Di balik tirai tampak sesosok bayangan yang sedang duduk di kursi. Roque bersiap mengeluarkan pistol Jericho 941FB dari balik bajunya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Unknown